Di dunia ini tidak ada orang yang ingin gagal, tentunya semua yang ingin kita kerjakan berjalan dengan lancar. Lebih-lebih pada saat Ujian Akhir Semester (UAS). Bisa dikatakan UAS merupakan titik puncak perjuangan kita belajar selama satu semester.
Nilai UAS sangat berarti dalam penentuan nilai akhir suatu mata pelajaran/kuliah yang diambil. Oleh karena itu, tidak heran jika kita berharap untuk bisa menjawab soal-soal nantinya dengan lancar dan tentunya mendapat nilai yang memuaskan.
Nilai UAS sangat berarti dalam penentuan nilai akhir suatu mata pelajaran/kuliah yang diambil. Oleh karena itu, tidak heran jika kita berharap untuk bisa menjawab soal-soal nantinya dengan lancar dan tentunya mendapat nilai yang memuaskan.
Namun kesuksesan itu tidak bisa dicapai dengan cara instan. Dalam hal ini, kita yang akan segera menghadapi UAS harus mempersiapkan diri secara matang agar kesuksesan dalam ujian dapat tercapai.
Nah, berikut ini ada beberapa tips agar kita bisa
menghadapi ujian dengan lancar.
Pelajari kisi-kisi
Apabila
guru/dosen kita berbaik hati untuk memberikan kisi-kisi soal, pelajarilah
dengan baik. Kemungkinan besar beberapa soal dari kisi-kisi tersebut
pasti akan menjadi bagian dari soal ujian nantinya.
Teliti dalam membaca soal
Keterbatasan
waktu dalam ujian terkadang membuat kita terburu-buru dalam membaca
soal. Pastikan kita membaca soal dengan teliti dan memahami perintah
dari soal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan kita
menuliskan jawaban yang tidak sesuai dengan soal.
Perhatikan cara mengajar guru/dosen di kelas
Dengan
memperhatikan pola saat guru/dosen mengajar di kelas, kita bisa
memperkirakan bentuk-bentuk soal seperti apa yang kemungkinan besar akan
menjadi bagian dari soal ujian. Jika guru/dosen menekankan bahwa kita harus
benar-benar memahami materi tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa
materi itu akan dikeluarkan dalam ujian nantinya.
Kumpulkan materi dari kelas lain
Dalam
melengkapi materi yang akan dipelajari untuk menghadapi UAS, kita bisa
mengumpulkan materi dari kelas-kelas lain dengan jurusan dan angkatan
yang sama. Walaupun mengajar mata kuliah yang sama, belum tentu dosen di
kelas lain menyampaikan materi yang sama dengan materi yang disampaikan
oleh dosen kita.
Membuat kelompok belajar
Kelompok
belajar dapat menjadi tempat kita untuk saling bertukar pengetahuan dan
belajar antarsesama teman. Materi yang sulit untuk kita pahami, akan
menjadi lebih mudah ketika kita berdiskusi dengan teman yang memahami
materi tersebut.
Jangan belajar dengan SKS
Banyak
mahasiswa yang menganggap cara belajar dengan Sistem Kebut Semalam
(SKS) merupakan cara yang paling efektif untuk menghadapi ujian. SKS
mungkin bisa efektif jika materi yang kita pelajari hanya sedikit.
Namun, jika materinya banyak, cara ini hanya akan membuat kita
terburu-buru dalam belajar, sehingga setiap materi yang dipelajari tidak
akan dicerna secara maksimal dan memungkinkan adanya materi yang
terlewatkan. Ada baiknya jika kita mempersiapkan diri kita untuk mulai
belajar sedikit demi sedikit dari jauh hari.
Fokus saat belajar
Saat
belajar, sebisa mungkin lepaskan diri kita dari hal-hal yang bisa
memecah konsentrasi, seperti Facebook, games, dan sebagainya.
Beberapa hal tersebut hanya akan membuat kita tidak fokus ketika
belajar, dan tentunya otak kita juga tidak bekerja maksimal dalam
menyerap materi yang dipelajari.